Jumat, 13 Januari 2012

bapak yang sayang anaknya

Pengalaman gua pas ikut seleksi "tunas garuda" di senayan Jakarta. Gua ketemu sama salah satu pesrta asal papua. Dia cerita banyak ke gua sama tementemen baru gua yang lain. Orang papua itu namanya Ferdinand, persis kaya Ferdinand pemain MU, bibirnya njebeh. Sampe pas ngomong di tadangin ember, takut bibirnya jatoh. Langsung aja, begini ceritanya: Ada murid di sekolah dia memang anak yang bodoh di kelas, suatu hari dia di tanya oleh gurunya, "10 dikali 11 berapa?", dia jawab "ngga tau bu", guru "bodoh kamu !!". Saat di sebut bodoh dia menangis, dan mengadukannya pada ayahnya setiba pulang sekolah. Anak: "ayah tadi aku disebut bodoh oleh ibu guru" sambil menyruput ingus yang meler, dan menjilatnya. Ayah: "apa!! berani kali ibu guru itu, sudah jangan nangis bodoh, nanti ayah datangkan rumahnya". Anak itu hanya mengangguk dan menjilat kembali ingusnya yang masih meler. Ayahnya mengambil golok dan langsung pergi ke rumah ibu guru itu. Di rumahnya, suami ibu guru itu baru saja pulang kerja. Suaminya adalah

Kamis, 12 Januari 2012

orang pedalaman dan sebuah sinyal

        Berawal dari beberapa orang peneliti yang sengaja datang ke hutan untuk melakukan penelitian. Hutan itu cukup jauh dari kota. Kemudian ada penduduk yang tinggal di hutan dan mengamati sang peneliti yang sedang bekerja. Tiba-tiba handphone dari salah satu  peneliti itu bedering, dengan suara khas hp nokia "ti ding ding ding ding", kemudian peneliti itu mengangkatnya dan melakukan pembicaraan. Sementara orang pedalaman kebingungan melihat seorang peneliti yang sedang berbicara melalui telfon, orang pedalaman itu berfikir "benda apa itu, bisa berbicara layak manusia" pikirnya. Setelah selesai melakukan penelitian mereka pulang, tetapi orang pedalaman yang heran tadi bertanya kepada peneliti yang mengangkat telfon tadi. dia bertanya "benda apa yang tadi berbunyi? ",  "oh ini, ini namanya handphone" jawab peneliti dengan senyum lebar. Akhirnya mereka pun pulang. Orang ped

Selasa, 10 Januari 2012

road


   Awalnya gua lagi jalan sama temen gua naik motor, dia bajen atau biasa di panggil monyet. gua berdua niatnya mau latihan sepakbola di sebuah perumahan. tiba-tiba di tengah jalan ujan, niat buat latihan sepak bola itu pun hilang. sampe akhirnya gua berdua bingung mau kemana ujan-ujan gini. tidak lama kemudian, dia hubungin temen gua yang lainnya, dia hubungin anang, seorang siswa smp kelas 3 yang wajahnya unyu banget kaya jempol, jempol ayam. nang gua ke rumah lu ya, kata bajen. oh yaudah, anang jawab. terus gua berdua jalan ke rumah si anang. setengah jalan, tiba-tiba ada yang manggil-manggil gua. homo!!! homo!!! seketika gua nengok kaca sepion, tapi keliatan samarsamar karena kacanya basah. yang gua sama bajen tau mereka berdua, karena pas manggil suaranya emang ada dua. mereka terdengar semakin deket, gua nengok dan ternyata mereka berdua temen gua. gua puas ngeliat mereka berdua dengan wajah penuh keceriaan. kemudian mereka ngajak gua sama bajen ikut mereka ke samsat di cikarang, ajakan itu gua setujui. sebelum berangkat kita jemput si anang dulu kerumahnya. perjalanan pun di mulai. saat itu gua suruh mereka buat jalan duluan dan gua ngisi bensin motornya anang dulu. ngga lama setelahh ngisi bensin gua jalan agak kencang biar ga ke tinggalan terlalu jauh. ketika sampe di depan pasar induk, gua liat ibu-ibu di depan gua motornya ngesotngesot sendiri ke kanan ke kiri, gua pikir motor ibu ibu itu ko

try